Just a thought….

March 24th, 2006 by aprimadevi

Lo pengen dinilai cantik atau pintar, stri?

Itu pertanyaan yang cukup mengejutkan, ditengah pintu lift yang terbuka, dari temen kerja g ketika kita mau cari makan siang. Tadinya kita ngomongin appraisal, dimana dia gak berhenti nanyain appraisal g di klien lain gimana. Mungkin ini bagian dari informasi yang ingin dia keruk sebelum meng-appraise g, atau bagian dari rasa bersalah dia karena meng-appraise associate sebelumnya jelek. Anyway g gak gitu tertarik dengan pertanyaan dia yang pertama mengenai appraisal siy. Tapi pertanyaan yang kedua cukup membuat g terdiam untuk beberapa saat.

Hmm……, sejujurnya g gak merasa keduanya.

Mungkin ada masanya dulu g ber-delusi bahwa g pintar. Ketika waktu SD gak satu pun rengking satu gagal g raih. Atau waktu SMP, pencapaian terbesar g ketika berhasil meraih juara umum di salah satu cawu. Bukan juara umumnya siy yang membanggakan, tapi mengalahkan idola g “dia yang tak mungkin terkalahkan” karena sangat pintar. Tapi setelah SMA, kayaknya g mulai terbangun dari delusi itu. Karena ternyata g tidak pintar. Otak g bekerja melambat. Apa mungkin karena g pernah sakit demam berdarah dimana panas  badan g 40 derajat gak turun2 selama seminggu? Pastinya karena itu. ( muka serius)

Dimulai dari SMA, g merasa susah banget untuk mengerti secara mendalam tentang suatu pelajaran, betapa susahnya fisika, betapa susahnya menjawab try out UMPTN, gimana pas kuliah g gak pernah ngerti jurnal-jurnal konsolidasi, gimana setelah ujian otak g secara otomatis meng-erase semua ilmu yang dipelajari satu semester ke belakang. Gimana otak g sangat lambat dalam mencerna suatu informasi di My Client ataupun menangkis joke- joke dengan cepat. Atau, gak lulus ujian USAP walaupun udah belajar mati-matian.

Akhirnya g sampai pada kesimpulan itu, g gak pintar.

Cantik? Kalo tolak ukur cantik itu Mariana Renata, yah g mah gak ada seujung kukunya kali ya. Tidak cukup langsing, tidak cukup bermata besar berbinar, berhidung mancung en berwajah tirus. Tidak cukup cantik untuk didatangi pencari bakat untuk dijadikan model atau ditawarin maen film. Tidak cukup cantik untuk punya pacar Nicholas Saputra atau cukup cantik untuk menarik cowok yang g taksir buat naksir balik. Sejauh ini, g belum pernah merasa cantik.

Tapi kalo pilihannya hanya dua, ingin dinilai cantik atau pintar, yah g memilih pintar. Alasannya karena cantik (fisik) gak long lasting. Walaupun nanti g face lift semua kerut-kerut di wajah, menyedot semua lemak2 yang mulai tumbuh, kayaknya gak akan bisa menahan proses menjadi tua dan tidak cantik lagi. Lagipula g ingin menikmati proses penuaan dengan semua kerut2nya itu.

Alasan kedua, g juga gak pengen orang baik atau cowok naksir sama g hanya karena g cantik.Okelah, ini adalah hal yang tidak bisa dihindari. Terkadang banyak orang memperlakukan orang berbeda hanya karena kecantikannya. Biasanya perempuan cantik lebih mendapatkan privilege dalam pergaulan, atau dalam interaksi dengan orang lain. Dimana2, mungkin lebih tepatnya, kebanyakan ketertarikan akan lawan jenis dimulai dengan ketertarikan fisik, ya cantik lah atau gantengkah. Enggak bisa disalahin juga sih sebelum kita bener2 kenal sama orang itu, mata kitalah yang melihat dan dicerna diotak sampai turun ke hati. Sejauh ini g gak pernah baik atau suka sama orang hanya karena dia good looking. Jadi g harap orang lain juga begitu.

Yang ketiga, buat g pintar lebih berharga daripada cantik. Jangan salah, G pencinta wanita cantik dan pria ganteng di seluruh dunia ini. Tapi di kehidupan “nyata” g selalu mengidolakan orang yang pintar. Pintar bisa berarti luas, bisa pintar dalam pelajaran, pintar dalam berkomunikasi, pintar menempatkan diri, pintar dalam bidang pekerjaannya, pintar dalam mengeluarkan joke, atau pintar dalam hal2 lain.

Alasan diatas sangatlah subjektif, dari sisi pandang g banget. G yakin banyak orang punya alasan yang berbeda atau bahkan pilihan yang beda. Si pemberi pertanyaan bilang dia pengen dinilai Cantik dan dia memang cantik.

Satu yang terlintas di benak g ketika kita sampe di foodcourt; g gak pengen dinilai, tapi pengen menjadi………

Love in Someone’s perspective.

March 14th, 2006 by aprimadevi

I was fascinating with one of my friend bulletin board. As his permission I put his writing on my blog. I want to share this touching opinion to all of you. So, enjoy reading it:)

          Once in a while, I need to do this thing. Mercy me.

     1. Apa yang bisa bikin elu jatuh cinta ama
seseorang?

The way she’s being herself.
The way she gives dear attention to other people.
I’d fall even deeper in love if I found out that she
cares a whole load about her parents.

2. Kalo elu jatuh cinta gimana sih tanda2nya?
Gosh, I guess I smile continuously.

3. Berapa kali elu jatuh cinta?
It shouldn’t be counted. Such data intercepts the
basis of your confidence.

4. Apa yang bisa bikin elu ilfil sama orang yang
bikin elu jatuh cinta?

Nothing. But let me tell you, i dislike aggresive
women. Dislike them too much, women who can’t
differ initiative with aggresive. And dislike them
even more, women who can’t read the sign of my "i-
don’t-have-feeling-for-you-so-please-stop-acting-
stupid-as-if-i-would-want-to-give-it-a-try-with-you-
coz-all-this-time-i-was-just-being-nice-the-way-i-
was-to-all-women" attitude. Annoying.

5. Percaya gak seh kalo Love is Blind????
It’s a moronic phrase. Love lets you see, that
there’s nothing to be ashamed of. It’s people that
always fails to understand their feelings, then put
all the blame on and take advantage from ‘love’ by
saying ‘love is blind’ in order to justify their egos
and pointless desire. We should torture the person
who created ‘love is blind’.hehe

6. Kalo dia ternyata jatuh cintanya ma orang
laen.. trus elu gimana dong?

Keep falling in love till the feeling evaporates and
quickly stop expecting, then make friends with her.
Good friends. There, God, through time, will let you
know what’s best for you. If it’s her, than no matter
what, it’ll always be her anyway.

7. Apa kalo jatuh cinta berarti elu dah yakin dia
emang buat elu?

It’s silly to think of it that way until at least u’r
engaged.

8. Apa arti cinta berdasarkan kamus elu?
Simply sacrifice. Thanx to Jesus, mum & dad.

9. Elu kalo jatuh cinta milih2 orangnya juga gak?
Who doesn’t? You’re repeating question no.5.

10. Pernah gak elu jatuh cinta ama orang yang
completely stranger to you?

Now, implicitly, you’re repeating question no.9

11. Bagaimana cara menjaga agar "api" cinta tetap
berkobar?

More and more sacrifices for your love. Time,
money, energy, mind, soul, anykind. For the
marrieds, good sex is always a plus.

12. Apakah kamu yakin akan menikahi pacar
mu yang sekarang?

This question seems to be a little out of place (just
like no.3). My preferences about love and women
(which are the ideas of this post, I guess) do not
have anything to do with my assurance and current
status. Sorry.

13. Type pekerjaan seperti apa sich yg lu pilih
buat pacarmu?

What she enjoys. Preferably doctor. hehe.

14. Kalau ternyata pacarmu adalah seorang
gay/lesbian?

God bless her only.

15. Kalau ortunya reseh?
"Reseh" as in protective? Or wut? Define.
Anywayz, find out why. Solve it. Tell them to their
face, you love her.

16. Berapa kali pacaran?
Please refer to no.12

17. Penampilan co/ce mnrt lu yg paling ok?
When she’s wearing skirts, love is all around. Haha

18. Hal yg bikin lo klepek2?
When i see her helping other people
unconditionally. That sorts of convince me that
she’d do more for me. And i want to see such
kindness in my kiddos.

19. Apakah kamu ingin segera menikah?
U kiddin’? Wife, sons, daughters? Can’t wait!! Let’s
just say, I’m a family man.

20. Apakah sekarang kamu lagi fallin in love ?
Not sure, but i’ve tried to sacrifice as much as i
could.

Judgemental

March 10th, 2006 by aprimadevi

Beberapa saat yang lalu baru saja g nonton Today’s Dialog di Metro TV (Rabu, 8 Maret 2006 jam 23.00) yang membahas tentang RUU Pornoaksi dan pornografi yang sedang sangat happening belakangan ini. Dalam dialog itu hadir 2 narasumber yaitu seorang ibu anggota DPR yang kontra isi dari RUU itu (dalam pandangan g, dan mungkin elo semua yang kebetulan juga nonton acara itu, seorang intelektual yang cukup bijak dan berkepala dingin dalam mengeluarkan argumennya) Seorang lagi perwakilan dari ormas suatu agama yang pro dengan isi RUU itu.

Sebenarnya bukan isi RUU itu yang ingin g bahas. Sudah jelas sekali menurut g beberapa pasal dari RUU itu adalah suatu kebodohan besar, hasil dari pemikiran yang sempit yang tidak memahami pluralisme apalagi Art. Dan yang herannya diajukan oleh orang2 yang mengaku wakil rakyat. But anyway, ada kalimat dari Bapak wakil ormas itu yang menggelitik g. Dia bilang “Karya seni harus dibatasi oleh aturan-aturan” lalu “Orang2 yang tidak menerima aturan2 atau batasan2 (aturan2 yang dimaksud adalah RUU Pornoaksi dan porgrafi) adalah orang yang tidak beragama.

Daa?!? Sungguh suatu ungkapan yang Judgemental! Lama g memikirkan kata2 itu. Judgemental….

Berapa banyak orang yang judgemental di dunia ini? Berapa banyak orang yang judgmental di Negara ini? Terutama di Negara ini. Tidak beragama dijadikan alasan untuk menilai bahkan menyebut orang2 yang menolak RUU “bodoh” itu adalah orang yang bukan beragama. Tidak beragama dijadikan nama baru bagi orang2 yang berpakaian seksi? Tidak beragamakah jika Inul goyang ngebor untuk mencari sesuap nasi? Tidak beragamakah jika kita pergi clubbing? Atau tidak beragamakah kita yang berbeda keyakinan?

Lalu seperti apa yang beragama? Merusak fasilitas umum, membuat keributan, dengan melakukan aksi sweeping? Melukai hati wanita dengan memperistri lebih dari satu wanita? Atau mengatakan manusia lain tidak beragama?

G merasa marah! Karena orang2 seperti Bapak itu semakin banyak ditemui disini.

Ada apa dengan mereka? Apa hak mereka menilai orang lain? Belum tentu orang yang memakai bikini, lebih buruk dari dari orang yang memakai pakain full tertutup. Kita tidak bisa menilai orang hanya dari tampak luar. Karena kita manusia berbeda satu dengan yang lain. Kenapa susah menghargai dan menghormati orang yang berbeda dengan kita? Kenapa justru hal2 yang superficial yang dikedepankan bukannya esensi dari suatu hal? Kenapa pakaian seksi yang dihujat, tanpa melihat betapa cantiknya perempuan itu dalam baju itu, betapa bahagia dan percaya dirinya dia memiliki tubuh seksi. Betapa kerasnya usaha dia berolah raga dan menjaga makan untuk mendapatkan tubuh yang dia idam-idamkan? Apakah hal yang terlihat dan tidak berkenan dimata orang lain lebih penting dari perasaan bahagia seseorang?

Menurut g tidak masalah jika kita memiliki pandangan yang berbeda tentang suatu hal, cara berpakaian atau hal lainnya, selama kita masih bisa menghargai dan menghormati perbedaan tersebut dan tidak dengan judgemental menilai orang yang tidak sesuai dengan pandangan kita itu buruk. Apalagi mau mengubahnya menjadi sesuai dengan apa yang kita mau.

Little bit me

February 25th, 2006 by aprimadevi

Finally…….

I decided to have a blog ( have time to write, actually)

Despite of my lack ability to write (I’ve found my self difficult to write systematically), I would try to share my thought, idea, experience and interest about life, love, people, song, book and many other things which came to my mind. I would try to write in English, although I am bad in it. Some would be in Bahasa Indonesia or maybe in Balinesse language (ehm …have to find the right topic, I guess=)

I hope it will tell you about my self a little bit.

Don’t be surprised if later u found my writing is different with whom I am which you have known.

Please have my apology if there are mistakes in spelling, grammar, or anything else.

Last, welcome to my blog ;)

Home

February 25th, 2006 by aprimadevi

For most people Home could be their house complete with the furniture, comfortable bedroom, a place where you spend the night.

For some Home is house and people who live on it, mother, father, sisters, brothers, and your housemaid who live with you for years. And even every day you meet them only for a couple of hours, since you spend most of the time at office or school or wherever. But without them a home will never be the same. You will miss every time they’re shouting your name for coming phone call, breakfast and dinner chat, a wrangle with your sister or brother, fight for television remote, and all the affection when you are ill, when your father will take you to the doctor, your mother will ask what foods you wanna eat for dinner, brother & sister will let you take charge for TV channel, and “bibi” will offer a massage for you.

For my friend home is her girlfriend picture on friendster.

For this guy, Buble, or some people out there who are lucky enough, Home is someone who will be the anchor of their heart, no matter how far they’ve gone.

But for me, this song will be my new weapon to persuade “the seniors” not to over work us until midnight. Let me go home…………=)

Home

Song by Michael Buble

From the album:  It’s Time

Another summer day
Is come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
But this was not your dream
But you always believe in me

Another winter day has come
And gone away
And even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

***